Deklarasi Aman, Syafyuzal Helmi Jabat Koordinator Wilayah Aceh

RAHIMI PUTRA

- Redaksi

Senin, 27 Oktober 2025 - 21:10 WIB

50303 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh, Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) menggelar Deklarasi dan Dialog Kebangsaan dengan tema “Menyambut Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran, Kebijakan, Harapan, dan Dukungan Kaum Muda” pada Senin, 27 Oktober 2025, di Cafe Collesium Pango Raya, Banda Aceh.

Syafyuzal Helmi sebagai Koordinator AMAN Wilayah Aceh menyampaikan kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan dialog terbuka bagi kaum muda untuk menilai arah kebijakan pemerintahan satu tahun terakhir, sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam mengawal pembangunan nasional.

Helmi juga menambahkan bahwa Lembaga AMAN menjadi wadah pemersatu Gerakan mahasiswa dan pemuda Nusantara dalam mewujudkan Indonesia berdaulat, bersih dari oligarki serta berkomitmen dan mendukung mewujukan Indonesia emas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Helmi juga menyampaikan dalam kegiatan dialog tersebut menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Zulfata (Direktur Lembaga Inovasi Indonesia), Amelda Riski (Ketua Kohati BADKO HMI Aceh) M.Furqan,S.H., M.KN (Founder NOTAF RUANG KOLABORASI). Ketiganya memberikan pandangan yang konstruktif terhadap capaian, tantangan dan harapan terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran dalam satu tahun masa kerjanya.

Dalam paparannya, Zulfata menekankan pentingnya peran Lembaga Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Aceh. Ia menilai AMAN harus tampil aktif dan progresif dalam mendengar serta menyuarakan suara-suara dari lapisan masyarakat paling dasar. “AMAN harus menjadi jembatan antara masyarakat dan pengambil kebijakan, memastikan bahwa suara rakyat kecil tidak tenggelam oleh kepentingan segelintir elit,” tegasnya. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga pelaku perubahan sosial yang berpihak pada kebenaran dan keadilan.

Ke depan, Zulfata juga menilai bahwa AMAN perlu lebih aktif dan progresif dalam mendukung serta mengawal kebijakan pemerintahan Prabowo–Gibran agar tetap konsisten dengan semangat kesejahteraan rakyat. Ia memandang bahwa generasi muda, terutama mahasiswa, memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kebijakan nasional berjalan sesuai aspirasi publik. “Kritik dan dukungan harus berjalan seimbang, ketika kebijakan baik, kita dukung; ketika melenceng, kita luruskan,” ungkapnya. Bagi Zulfata, sikap aktif dan progresif inilah yang menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam menjaga arah pembangunan Aceh dan Indonesia ke depan.

Selanjutnya, Melda menekankan bahwa partisipasi perempuan dalam ruang perpolitikan merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan kebijakan publik berjalan secara inklusif dan berkeadilan. Ia berpandangan bahwa kehadiran perempuan bukan hanya untuk memenuhi kuota representasi, melainkan sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mampu memperkaya arah kebijakan nasional. “Perempuan memiliki cara pandang yang lebih empatik, visioner, dan menyentuh sisi-sisi kemanusiaan yang sering luput dari perhatian politik arus utama,” ujar Melda. Ia menilai bahwa ketika perempuan terlibat secara aktif dalam pengambilan keputusan, maka politik akan lebih berorientasi pada kesejahteraan sosial, keadilan gender, dan pembangunan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Melda menyoroti peran strategis perempuan dalam mewujudkan Asta Cita yaitu delapan arah kebijakan prioritas pemerintahan Prabowo–Gibran. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Asta Cita, untuk mewujudkan Indonesia emas.

Sementara itu, M. Furqan, S.H., M.Kn. menyoroti pentingnya penguatan implementasi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) sebagai fondasi dalam menjaga keistimewaan dan kewenangan daerah. Ia menjelaskan bahwa penegasan identitas Aceh melalui sistem pemerintahan lokal seperti penghapusan istilah kelurahan dan pengembalian penyebutan gampong sebagai satuan pemerintahan terkecil merupakan langkah penting dalam memperkuat nilai-nilai adat dan budaya masyarakat. “Dengan menempatkan gampong sebagai pusat penggerak pembangunan, kita bukan hanya menjaga kearifan lokal, tetapi juga memperkokoh tata kelola pemerintahan yang lebih dekat dengan rakyat,” ungkapnya. Furqan menilai bahwa penataan struktur pemerintahan lokal hingga ke level pemukiman dan dusun menjadi wujud nyata dari pelaksanaan UUPA yang berorientasi pada partisipasi masyarakat dan desentralisasi yang bermakna.
Lebih lanjut, Helmi selaku Koordinator AMAN Wilayah Aceh menyampaikan dukungannya terhadap arah kebijakan pemerintahan Prabowo–Gibran, khususnya dalam upaya memperkuat pembangunan nasional yang berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Ia menilai bahwa generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berjalan sesuai dengan visi Asta Cita. “Kita tidak hanya memberikan dukungan secara formal, tetapi juga berperan aktif dalam memastikan setiap kebijakan berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujarnya. Helmi menekankan bahwa semangat AMAN sebagai aliansi mahasiswa harus terwujud melalui gerakan yang konstruktif, kritis, dan kolaboratif, agar menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun Indonesia yang kuat, mandiri, dan berdaulat.

Helmi menegaskan bahwa dukungan terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran bukan berarti menutup ruang evaluasi, melainkan membangun sinergi antara generasi muda dan pemerintah untuk mencapai tujuan bersama. Ia memandang bahwa AMAN memiliki peran penting dalam menghubungkan aspirasi masyarakat Aceh dengan kebijakan nasional, terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan sosial. “Kami ingin memastikan bahwa pembangunan di Aceh tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari visi besar Indonesia Maju,” jelasnya. Dengan semangat itu, Helmi mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak apatis terhadap politik, tetapi hadir sebagai agen perubahan yang mendorong kemajuan daerah sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan dan kearifan local, Tutup Helmi.

Berita Terkait

Cutman Soroti Konferensi Pers di Ruang Fraksi DPRK Nagan Raya, Pertanyakan Etika dan Penggunaan Fasilitas Dewan
Skandal Ketua DPRK Nagan Raya Jadi Beban Berat Partai, DPW PPP Aceh Akan Laporkan Kasus Asusila Rumah Dinas ke DPP Pusat
Kapolres Bireuen Gelorakan Semangat Jaga Kelestarian Alam di Kecamatan Jangka Lewat Program Green Policing
Terpilih Secara Aklamasi, Deddy Yopiansyah Siap Kibarkan Panji Golkar Hingga Pelosok Kampung di Gayo Lues
Kapolres Bireuen Ikuti Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026, Kuatkan Sinergi Pemuda untuk Indonesia
Satreskrim Polres Gayo Lues Tangkap Terduga Pelaku Penimbunan BBM Bersubsidi
Video Viral Ruang Bayi RS Ali Kasim Gayo Lues Porak Poranda, Kelayakan Konstruksi Rumah Sakit Dipertanyakan
Pernyataan Resmi Lapas Kutacane Soal Meninggalnya Ishak Alias Ical Setelah 1 Tahun Jadi Buron Pelarian Maret 2025

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:56 WIB

TNI Bersama Warga Terus Genjot Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Ramung Musara Gayo Lues

Sabtu, 7 November 2026 - 08:47 WIB

Sinergi TNI Bersama Rakyat, Babinsa Bantu Bangun Rumah Warga

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Bersama Warga, Babinsa Koramil 04/Kuta Panjang Gotong Royong Bersihkan Parit

Jumat, 6 November 2026 - 12:50 WIB

Kodim 0113/Gayo Lues Gelar Kesamaptaan Jasmani Periodik II Tahun 2026

Jumat, 6 November 2026 - 11:19 WIB

Babinsa Koramil 03/Blangkejeren Bantu Petani Rontokkan Padi Di Desa Binaan

Jumat, 6 November 2026 - 11:17 WIB

Sanitasi, Rehab MCK TMMD ke-130 Hampir Rampung

Jumat, 6 November 2026 - 10:51 WIB

Satpol PP Kabupaten Karo Gelar Razia Kasih Sayang, Guna Penertipan Pelajar Yang Malah Nongkrong Pada Saat Jam Belajar

Kamis, 5 November 2026 - 21:25 WIB

Perhiptani Gayo Lues dan Bener Meriah Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana

Berita Terbaru