GAYO LUES- Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Gayo Lues mulai menerapkan sistem tanam padi Pertanian Modern – Advanced Agriculture System. (PM-AAS) di wilayah binaannya. Penerapan teknologi tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani padi di daerah yang dikenal dengan julukan Negeri Seribu Bukit.
Salah satu penerapannya dilakukan oleh PPL Kecamatan Blangkejeren bersama petani binaan di Desa Raklunung, Kecamatan Blangkejeren. Para penyuluh mengajak petani menerapkan sistem tanam Padi, (PM-AAS) melalui metode tanam benih langsung (Tabela).

Kegiatan tersebut didampingi langsung oleh para penyuluh pertanian Kecamatan Blangkejeren yang di komandoi Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Blangkejeren, Hasan Basri, S.P. Para penyuluh memberikan pendampingan kepada kelompok tani, mulai dari persiapan hingga proses penanaman benih padi secara langsung menggunakan alat drum seeder.
Saat ini, tanaman padi yang telah berumur sekitar satu minggu mulai tumbuh dengan baik dan terlihat merata di hamparan sawah petani. Pertumbuhan awal menjadi salah satu indikator bahwa penerapan metode tanam langsung dapat dilakukan di lahan sawah wilayah itu.
Ke depan, pola tanam dengan sistem PM-AAS ini diharapkan dapat diterapkan secara bertahap di seluruh kecamatan di Kabupaten Gayo Lues. Para penyuluh akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi bersama petani untuk melihat perkembangan pertumbuhan tanaman serta hasil produksinya.
Penerapan sistem tanam tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan efisiensi budidaya dan produktivitas padi, sekaligus mendorong petani untuk menerapkan teknologi pertanian yang lebih efektif sesuai dengan kondisi lahan di Kabupaten Gayo Lues.






































