Akses mobilitas pertanian warga Desa Putri Betung kini kian dekat menuju pemulihan total. Babinsa Koramil 09/Putri Betung Kodim 0113/Gayo Lues, Sertu Sahrijal Husaini, bersama personel BKO Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 855/Raksaka Dharma dan warga setempat kembali menggelar aksi gotong royong melanjutkan pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih Aih Nusu, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Minggu (8/11/2026).
Pembangunan jembatan perintis ini merupakan bantuan langsung Presiden Republik Indonesia yang disalurkan melalui TNI Angkatan Darat, khususnya Kodim 0113/Gayo Lues. Inisiatif ini digulirkan guna memperbaiki infrastruktur yang rusak diterjang bencana alam hidrometeorologi beberapa waktu lalu. Banjir dan luapan arus sungai yang deras sempat memutus akses utama warga menuju area perkebunan dan pertanian yang menjadi tumpuan mata pencaharian utama masyarakat pedalaman tersebut.
Seluruh tahapan pengerjaan, dari awal hingga finishing, dilaksanakan secara bergotong royong. Pemanfaatan material alam seperti pasir dan batu dilakukan secara swadaya bersama prajurit TNI dan masyarakat lokal memanfaatkan potensi melimpah di sekitar lokasi pembangunan. Pada agenda hari ini, aksi difokuskan pada pengangkutan dan penghelaan (melangsir) tali sling baja secara manual—ditarik bersama-sama dari kawasan pemukiman warga menuju titik konstruksi jembatan.
Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih Aih Nusu memiliki sasaran strategis:
1. Transportasi Aman & Andal: Menjadi sarana penyeberangan yang kokoh dan aman untuk menunjang aktivitas harian masyarakat.
2. Efisiensi Rute: Memangkas jarak dan waktu tempuh secara signifikan dari area pemukiman menuju lahan pertanian/perkebunan.
3. Dongkrak Ekonomi Lokal: Mempermudah mobilitas pengangkutan hasil panen demi menggerakkan kembali roda perekonomian dan kesejahteraan warga.
Pemerintah Daerah bersama unsur TNI berharap penyelesaian jembatan ini dapat sepenuhnya mengembalikan konektivitas wilayah yang terisolasi, memperlancar rantai distribusi hasil bumi, serta menguatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah perbatasan dan pedalaman. Proyek ini sekaligus menjadi bukti nyata hadirnya perhatian pemerintah pusat hingga ke pelosok daerah.
Babinsa Koramil 09/Putri Betung, Sertu Sahrijal Husaini, menyampaikan apreasiasinya atas semangat swadaya masyarakat di lapangan:
”Pekerjaan melangsir tali sling baja secara manual ini memang membutuhkan tenaga ekstra, tetapi berkat kekompakan dan semangat manunggal antara prajurit Yonif TP 855/Raksaka Dharma bersama warga, semuanya terasa lebih ringan. Jembatan ini adalah urat nadi perekonomian masyarakat Desa Putri Betung. Harapan kami, setelah jembatan ini rampung, warga tidak lagi kesulitan mengangkut hasil panen dan semangat memajukan desa semakin tinggi. Ini bukti nyata perhatian pemerintah dan TNI untuk masyarakat di daerah pedalaman.”







































