23 Hotspot Terdeteksi di Kawasan TNBS, Polsek Banyuasin II Lakukan Ground Check dan Pantau Titik Api

Husnen Azhari

- Redaksi

Jumat, 4 September 2026 - 14:44 WIB

5072 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

*Banyuasin* – Sebanyak 23 titik hotspot terdeteksi di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS), Desa Tanah Pilih, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Banyuasin II bersama pemerintah desa dan masyarakat peduli api (MPA) melakukan ground check untuk memastikan kondisi di lapangan, Kamis (3/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB tersebut dipimpin Kapolsek Banyuasin II IPTU Muhammad Ardhi Noer, S.H., M.Si. melalui Kanit Reskrim IPDA Andri Wirahadinata, S.H., bersama Bhabinkamtibmas Aipda M. Zulkarnain, S.H., Kepala Desa Tanah Pilih dan MPA Desa Tanah Pilih.

 

Tim menggunakan aplikasi pemetaan untuk menuju lokasi titik hotspot dengan menggunakan transportasi air, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki. Kondisi geografis kawasan yang berada di wilayah konservasi dan minim akses jalan membuat perjalanan menuju titik terdekat hotspot membutuhkan waktu sekitar empat jam menggunakan perahu atau speedboat.

 

Dari hasil ground check, titik-titik hotspot tersebut berada di kawasan lahan konservasi Taman Nasional Berbak Sembilang dengan karakteristik lahan berupa belukar kering dan jenis tanah gambut.

 

Petugas hanya dapat mendekati titik hotspot hingga jarak sekitar 800–900 meter, khususnya pada titik-titik yang lokasinya bergerombol atau berdekatan. Dari hasil pengamatan, diperkirakan luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 16 hektare.

 

Saat dilakukan pengecekan, kondisi api telah padam. Namun, petugas masih menemukan asap yang keluar dari dalam tanah, sehingga pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.

 

Upaya pemadaman juga telah dilakukan melalui water bombing oleh BPBD Kabupaten Banyuasin. Tim ground check selanjutnya akan terus melakukan pemantauan kondisi kawasan apabila masih ditemukan indikasi api atau asap yang berpotensi menimbulkan kebakaran lanjutan.

 

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si. melalui Kasi Humas Polres Banyuasin IPTU Abu Bakar, S.H. mengatakan, pengecekan hotspot merupakan langkah penting untuk memastikan informasi titik panas yang terdeteksi dapat diverifikasi langsung di lapangan.

 

“Setiap informasi hotspot perlu ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Meskipun api telah padam, keberadaan asap dari dalam tanah gambut tetap menjadi perhatian karena dapat berpotensi menimbulkan titik api kembali,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, keterbatasan akses menuju kawasan konservasi menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla, sehingga diperlukan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, pengelola kawasan, masyarakat serta instansi terkait.

 

“Pencegahan tetap menjadi langkah utama. Personel Polri bersama pemerintah setempat terus melakukan patroli dan sosialisasi Maklumat Kapolda Sumsel tentang larangan membakar hutan dan lahan. Masyarakat juga diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila melihat adanya titik api,” tambahnya.

 

Selain melakukan ground check, personel Polsek Banyuasin II bersama pemerintah setempat juga terus melaksanakan patroli di wilayah yang dianggap rawan kebakaran serta menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

 

Polres Banyuasin menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik hotspot serta berkoordinasi dengan instansi terkait dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Banyuasin.(Husnen)

Berita Terkait

Cegah Karhutla di Musim Kemarau, Bhabinkamtibmas Polsek Betung Edukasi Warga Taja Raya I
“Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin II Desa Sri Agung Aiptu Joni Setiawan, Dorong Masyarakat Manfaatkan Pekarangan Untuk Dukung Swasembada Pangan”.
Operasi Sikat 1 Musi 2026, Polsek Talang Kelapa Berhasil Ringkus Dua Pelaku Curat
Respons Laporan 110, Polisi Bersama TNI dan BNPB Tangani Kebakaran Lahan di Gasing
Dorong Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Betung Ajak Warga Jalankan Program P2B
Ground Check Tiga Hotspot di Muara Sugihan, Dua Lokasi Ditemukan Bekas Karhutla
“Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin lll, Aipda Fadli, Ajak Masyarakat Kel Pangkalan Balai Kec. Banyuasin lll, Dukung Program P2B, Wujudkan Swasembada Pangan Nasional”.
Ground Check Hotspot Temukan Titik Api di Sungai Rengit, Polisi Padamkan Karhutla Seluas 3 Hektare

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 23:45 WIB

Wie funktioniert die Einzahlung im Casino mit Paysafecard? Tipps für neue Spieler

Senin, 28 September 2026 - 23:22 WIB

So genießen Sie schnelle Auszahlungen in Casinos ohne OASIS

Senin, 28 September 2026 - 22:45 WIB

Navigate the world of Best Casinos Not on GamStop UK: Essential tips for new

Senin, 28 September 2026 - 16:37 WIB

1Win Argentina: descubre el bono de bienvenida y maximiza tus ganancias

Senin, 28 September 2026 - 14:02 WIB

​Sinergi TNI dan Warga Capai 87%: Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Gayo Lues Terus Dikebut

Senin, 28 September 2026 - 12:29 WIB

Babinsa Komsos dan silaturahmi ke Kantor (PPL ) Penyuluh Pertanian lapangan di Wilayah Kec. Dabun Gelang

Senin, 28 September 2026 - 12:26 WIB

Babinsa Komsos Dengan Tokoh Masyarakat Di Wilayah Desa Binaan

Senin, 28 September 2026 - 10:58 WIB

Kejutan Pendatang Baru, SDN 3 Blangkejeren Cetak Sejarah di Kejuaraan Pencak Silat Piala PDM 2026

Berita Terbaru

REGIONAL

So genießen Sie schnelle Auszahlungen in Casinos ohne OASIS

Senin, 28 Sep 2026 - 23:22 WIB