Perjuangan Da’wah Memerangi Riba, dari Rp 900 Ribu Menjadi Rp 2 Miliar

RADAR NEWS

- Redaksi

Minggu, 10 Agustus 2025 - 22:14 WIB

50451 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADAR NEWS | Perjuangan dakwah memerangi riba dimulai oleh Sutarji dan kawan-kawan sejak 2007, atau delapan belas tahun silam. Gerakan ini diawali dengan modal awal sebesar Rp 900 ribu yang dikumpulkan oleh sembilan orang pendiri. Masing-masing menyetor Rp 100 ribu.

Ketua Umum Yayasan Satria Batam Madani (SATRIA BATAM), H. Sutardi, menjelaskan riba adalah konsep dalam hukum Islam yang merujuk pada penambahan atau pengambilan bunga atas pinjaman uang atau barang. Dalam Islam, riba dianggap sebagai praktik yang diharamkan.

Alasan utama penolakan riba dalam Islam antara lain dianggap sebagai bentuk eksploitasi terhadap orang yang membutuhkan pinjaman karena dipaksa membayar bunga tinggi, bersifat tidak adil karena tidak ada kesetaraan risiko antara pemberi pinjaman dan peminjam, serta dapat menghambat pertumbuhan ekonomi karena membuat orang enggan berinvestasi dan meminjam uang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam Al-Qur’an dan Hadis, riba diharamkan secara tegas dan digolongkan sebagai dosa besar. Oleh karena itu, banyak Muslim menghindari riba dan beralih pada sistem keuangan syariah.

Sutardi menyebut kini telah ada lebih dari 2.000 anggota yang tersebar di empat provinsi, yakni Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, dan Jawa Tengah. Mereka mengaku merasakan manfaat dari gerakan ekonomi tanpa bunga ini, mulai untuk kebutuhan keluarga hingga membiayai kuliah anak.

“Gerakan simpan pinjam ini tujuannya membantu anggota yang mengalami kesulitan keuangan. Konsep ini cocok diterapkan di lingkungan rukun tetangga atau rukun warga. Saya siap memberikan tutorial bagi yang berminat. Selama hampir delapan belas tahun kami eksis,” ujar Sutardi.

Ia menegaskan bersedia membagikan ilmunya kepada siapa saja tanpa meminta honor, cukup disediakan tiket pesawat, penginapan, dan akomodasi minimalis. Menurutnya, tanpa penjelasan langsung, sulit memahami proses yang telah ia jalankan selama ini.

“Dengan keanggotaan lebih dari 2.000 orang, wajar jika kami sudah bisa mengelola dana hampir Rp 2 miliar,” tutup Sutardi, lelaki asal Sumpiuh, Jawa Tengah, yang telah merantau di Batam lebih dari dua puluh tahun.

Gerakan yang dinamakan SIPINTAR FORSI SATRIA ini resmi berdiri pada 9 Maret 2008 dan kini eksis di empat provinsi: Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, dan Jawa Tengah.

Berita Terkait

400+ KK dari 8 Desa Laporkan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Lampung, YLBHI-LBH Bandar Lampung Desak Penegakan Hukum Menyentuh Aktor Intelektua
Membangun Budaya Literasi: Perpustakaan SMA Negeri 1 Terangun sebagai Pusat Inovasi Belajar Siswa
DEDIKASI SEORANG CUT MUTIA GURU SMAN 1 TERANGUN DALAM PERJUANGAN MENUJU SEKOLAH
Kejutan Pendatang Baru, SDN 3 Blangkejeren Cetak Sejarah di Kejuaraan Pencak Silat Piala PDM 2026
SDA Aceh dan Geopolitik: Antara Kekayaan Alam dan Kepentingan Nasional
Kasus Pemalsuan Tanda Tangan: Jejak AJB Bermasalah dan Dugaan Penguasaan Lahan Warga Lae Saga, Penyidik Diuji
Koperasi Merah Putih Tak Sekadar Dibangun, Keberlanjutan Jadi Tantangan Utama
Maulid Nabi di Ponpes Al-Huda Marzuki Al-Jazuli, Momentum Meneladani Akhlak Rasul dan Mempererat Ukhuwah Islamiyah

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Cegah Karhutla, Tim Gabungan Polres Banyuasin Gelar Patroli dan Edukasi Masyarakat di Banyuasin I

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Lago Aipda Purnomo,SH. Ajak Warga Desa Banyu Urip Kec. Tanjung Lago Kembangkan Pekarangan Produktif

Minggu, 11 Oktober 2026 - 23:16 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin II Aipda Andrianto, Ajak Warga Desa Muara Sungsang Kec. Banyuasin II Kembangkan Pekarangan Produktif

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:04 WIB

Patroli Terpadu Cegah Karhutla di Desa Pulau Muning, Hotspot Terdeteksi Nihil

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Rantau Bayur Aiptu Hendra Susandi, Ajak Warga Desa Talang Kemang Kec, Rantau Bayur Kembangkan Pekarangan Produktif

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Polsek Rantau Bayur Lakukan Ground Check Hotspot, Kebakaran Lahan Sekitar 1 Hektare Ditemukan di Arisan Musi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Warung Pinggir Jalan di KM 12 Diduga Menimbun BBM Bersubsidi

Berita Terbaru

BANYUASIN

Senin, 12 Okt 2026 - 20:52 WIB